Manfaat Tempe Untuk Kecantikan


Makanan-makanan yang kita asup sehari-hari akan berpengaruh terhadap tampilan kulit. Karenanya, jangan lupakan asupan makanan-makanan yang bisa membantu kulit Anda tampil lebih berseri-seri, seperti makanan-makanan berikut ini:

Kedelai
Sebuah studi menyatakan bahwa kerut-kerut tipis pada wanita yang mengonsumsi makanan yang mengandung isoflavon dari kedelai, seperti tempe, tampak berkurang. Para relawan mengonsumsi aglycone, yang setara dengan 3 ons tempe per hari selama 12 minggu. Bonusnya lagi, dengan menambahkan tempe pada makanan Anda sehari-hari bisa mengurangi risiko kanker endometrial dan ovarium, diabetes, juga mencegah tumbuhnya bibit kanker payudara. Cobalah untuk mengonsumsi kacang edamame, tempe, tahu, untuk menggantikan daging merah maupun unggas.

Stroberi
Satu cangkir stroberi memiliki kandungan vitamin C yang sangat besar. Stroberi merupakan sumber antioksidan yang mampu mendorong produksi serat kolagen yang bisa menjaga kulit tetap halus dan kenyal. Makin banyak vitamin C bisa pula diartikan berkurangnya garis-garis halus. Wanita yang kekurangan asupan antioksidan kemungkinan akan memiliki kulit yang kering dan cenderung berkeriput. Penelitian pun mengatakan bahwa kandungan ellagic acid, zat antioksidan yang sangat banyak dalam stroberi akan menjaga serat elastis pencegah kulit menggelayut. Ditambah lagi, stroberi menurunkan risiko kanker dengan melawan perkembangan sel-sel kanker.

Apel
Zat bernama quercetin, antioksidan yang ada di banyak varietas apel memberikan proteksi yang baik untuk mencegah efek “terbakar” akibat sinar UVB yang bisa memicu kanker kulit. Di tempat tinggal seperti Indonesia, Anda akan sering terpapar sinar matahari, jadi upayakan untuk mengonsumsi apel di pagi hari (tentu jangan lupa untuk menggunakan tabir surya juga). Mengonsumsi 2 buah apel atau lebih dalam seminggu selama setahun bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 15 persen. Ini merupakan hasil studi terhadap 34.000 wanita yang memasuki masa menopause. Apa pun varietas apel yang Anda pilih, jangan lupa untuk mengonsumsi kulitnya karena di sanalah sumber utama antioksidan pada apel. Namun, karena banyak perusahaan apel menggunakan zat pestisida, disarankan untuk mengonsumsi apel organik yang bebas zat-zat berbahaya bagi kesehatan.

Telur
Dua zat antioksidan yang terdapat pada telur, yaitu lutein dan zeaxanthin, memberikan perlindungan berkali lipat melawan sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan garis halus, bintik hitam, dan kanker kulit. Berkat kedua zat ini pun, kulit bisa makin terlihat lembut, kenyal, dan terhidrasi. Lebihnya lagi, mengonsumsi satu butir telur per hari secara signifikan meningkatkan tingkat lutein dan zeaxanthin dalam darah (bukan kolesterol). Artinya, bisa mencegah kerusakan dengan melindungi retina dari kerusakan akibat sinar, seperti dipaparkan pada Journal of Nutrition.

Minyak zaitun extra-virgin
Dilaporkan oleh Lancet Oncology, lemak sehat dalam minyak zaitun extra-virgin mengandung serangkaian asam lemak esensial yang membantu kulit melawan kerusakan akibat sinar ultraviolet. Asam lemak esensial juga merupakan bagian dari sel membran yang membantu menjaga kelembaban kulit. Tubuh tidak bisa menciptakan asam lemak esensial. Karenanya, cobalah untuk mengonsumsi 1 sendok makan minyak zaitun per hari untuk menjaga kekenyalan kulit. Bonus lainnya, sebuah riset baru-baru ini mengatakan bahwa komponen dalam minyak zaitun, hydroxytyrosol, bisa menurunkan kolesterol dan membantu mencegah obesitas dan diabetes dengan membakar energi di bagian tengah sel tubuh. Menggunakan minyak zaitun untuk menyiapkan makanan juga bisa membantu membuat perut kenyang lebih lama, mencegah Anda dari mengemil berlebihan.

Makanan-makanan yang kita asup sehari-hari akan berpengaruh terhadap tampilan kulit. Karenanya, jangan lupakan asupan makanan-makanan yang bisa membantu kulit Anda tampil lebih berseri-seri, seperti makanan-makanan berikut ini:

Kedelai
Sebuah studi menyatakan bahwa kerut-kerut tipis pada wanita yang mengonsumsi makanan yang mengandung isoflavon dari kedelai, seperti tempe, tampak berkurang. Para relawan mengonsumsi aglycone, yang setara dengan 3 ons tempe per hari selama 12 minggu. Bonusnya lagi, dengan menambahkan tempe pada makanan Anda sehari-hari bisa mengurangi risiko kanker endometrial dan ovarium, diabetes, juga mencegah tumbuhnya bibit kanker payudara. Cobalah untuk mengonsumsi kacang edamame, tempe, tahu, untuk menggantikan daging merah maupun unggas.

Stroberi
Satu cangkir stroberi memiliki kandungan vitamin C yang sangat besar. Stroberi merupakan sumber antioksidan yang mampu mendorong produksi serat kolagen yang bisa menjaga kulit tetap halus dan kenyal. Makin banyak vitamin C bisa pula diartikan berkurangnya garis-garis halus. Wanita yang kekurangan asupan antioksidan kemungkinan akan memiliki kulit yang kering dan cenderung berkeriput. Penelitian pun mengatakan bahwa kandungan ellagic acid, zat antioksidan yang sangat banyak dalam stroberi akan menjaga serat elastis pencegah kulit menggelayut. Ditambah lagi, stroberi menurunkan risiko kanker dengan melawan perkembangan sel-sel kanker.

Apel
Zat bernama quercetin, antioksidan yang ada di banyak varietas apel memberikan proteksi yang baik untuk mencegah efek “terbakar” akibat sinar UVB yang bisa memicu kanker kulit. Di tempat tinggal seperti Indonesia, Anda akan sering terpapar sinar matahari, jadi upayakan untuk mengonsumsi apel di pagi hari (tentu jangan lupa untuk menggunakan tabir surya juga). Mengonsumsi 2 buah apel atau lebih dalam seminggu selama setahun bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 15 persen. Ini merupakan hasil studi terhadap 34.000 wanita yang memasuki masa menopause. Apa pun varietas apel yang Anda pilih, jangan lupa untuk mengonsumsi kulitnya karena di sanalah sumber utama antioksidan pada apel. Namun, karena banyak perusahaan apel menggunakan zat pestisida, disarankan untuk mengonsumsi apel organik yang bebas zat-zat berbahaya bagi kesehatan.

Telur
Dua zat antioksidan yang terdapat pada telur, yaitu lutein dan zeaxanthin, memberikan perlindungan berkali lipat melawan sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan garis halus, bintik hitam, dan kanker kulit. Berkat kedua zat ini pun, kulit bisa makin terlihat lembut, kenyal, dan terhidrasi. Lebihnya lagi, mengonsumsi satu butir telur per hari secara signifikan meningkatkan tingkat lutein dan zeaxanthin dalam darah (bukan kolesterol). Artinya, bisa mencegah kerusakan dengan melindungi retina dari kerusakan akibat sinar, seperti dipaparkan pada Journal of Nutrition.

Minyak zaitun extra-virgin
Dilaporkan oleh Lancet Oncology, lemak sehat dalam minyak zaitun extra-virgin mengandung serangkaian asam lemak esensial yang membantu kulit melawan kerusakan akibat sinar ultraviolet. Asam lemak esensial juga merupakan bagian dari sel membran yang membantu menjaga kelembaban kulit. Tubuh tidak bisa menciptakan asam lemak esensial. Karenanya, cobalah untuk mengonsumsi 1 sendok makan minyak zaitun per hari untuk menjaga kekenyalan kulit. Bonus lainnya, sebuah riset baru-baru ini mengatakan bahwa komponen dalam minyak zaitun, hydroxytyrosol, bisa menurunkan kolesterol dan membantu mencegah obesitas dan diabetes dengan membakar energi di bagian tengah sel tubuh. Menggunakan minyak zaitun untuk menyiapkan makanan juga bisa membantu membuat perut kenyang lebih lama, mencegah Anda dari mengemil berlebihan.Makanan-makanan yang kita asup sehari-hari akan berpengaruh terhadap tampilan kulit. Karenanya, jangan lupakan asupan makanan-makanan yang bisa membantu kulit Anda tampil lebih berseri-seri, seperti makanan-makanan berikut ini:

Kedelai
Sebuah studi menyatakan bahwa kerut-kerut tipis pada wanita yang mengonsumsi makanan yang mengandung isoflavon dari kedelai, seperti tempe, tampak berkurang. Para relawan mengonsumsi aglycone, yang setara dengan 3 ons tempe per hari selama 12 minggu. Bonusnya lagi, dengan menambahkan tempe pada makanan Anda sehari-hari bisa mengurangi risiko kanker endometrial dan ovarium, diabetes, juga mencegah tumbuhnya bibit kanker payudara. Cobalah untuk mengonsumsi kacang edamame, tempe, tahu, untuk menggantikan daging merah maupun unggas.

Stroberi
Satu cangkir stroberi memiliki kandungan vitamin C yang sangat besar. Stroberi merupakan sumber antioksidan yang mampu mendorong produksi serat kolagen yang bisa menjaga kulit tetap halus dan kenyal. Makin banyak vitamin C bisa pula diartikan berkurangnya garis-garis halus. Wanita yang kekurangan asupan antioksidan kemungkinan akan memiliki kulit yang kering dan cenderung berkeriput. Penelitian pun mengatakan bahwa kandungan ellagic acid, zat antioksidan yang sangat banyak dalam stroberi akan menjaga serat elastis pencegah kulit menggelayut. Ditambah lagi, stroberi menurunkan risiko kanker dengan melawan perkembangan sel-sel kanker.

Apel
Zat bernama quercetin, antioksidan yang ada di banyak varietas apel memberikan proteksi yang baik untuk mencegah efek “terbakar” akibat sinar UVB yang bisa memicu kanker kulit. Di tempat tinggal seperti Indonesia, Anda akan sering terpapar sinar matahari, jadi upayakan untuk mengonsumsi apel di pagi hari (tentu jangan lupa untuk menggunakan tabir surya juga). Mengonsumsi 2 buah apel atau lebih dalam seminggu selama setahun bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 15 persen. Ini merupakan hasil studi terhadap 34.000 wanita yang memasuki masa menopause. Apa pun varietas apel yang Anda pilih, jangan lupa untuk mengonsumsi kulitnya karena di sanalah sumber utama antioksidan pada apel. Namun, karena banyak perusahaan apel menggunakan zat pestisida, disarankan untuk mengonsumsi apel organik yang bebas zat-zat berbahaya bagi kesehatan.

Telur
Dua zat antioksidan yang terdapat pada telur, yaitu lutein dan zeaxanthin, memberikan perlindungan berkali lipat melawan sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan garis halus, bintik hitam, dan kanker kulit. Berkat kedua zat ini pun, kulit bisa makin terlihat lembut, kenyal, dan terhidrasi. Lebihnya lagi, mengonsumsi satu butir telur per hari secara signifikan meningkatkan tingkat lutein dan zeaxanthin dalam darah (bukan kolesterol). Artinya, bisa mencegah kerusakan dengan melindungi retina dari kerusakan akibat sinar, seperti dipaparkan pada Journal of Nutrition.

Minyak zaitun extra-virgin
Dilaporkan oleh Lancet Oncology, lemak sehat dalam minyak zaitun extra-virgin mengandung serangkaian asam lemak esensial yang membantu kulit melawan kerusakan akibat sinar ultraviolet. Asam lemak esensial juga merupakan bagian dari sel membran yang membantu menjaga kelembaban kulit. Tubuh tidak bisa menciptakan asam lemak esensial. Karenanya, cobalah untuk mengonsumsi 1 sendok makan minyak zaitun per hari untuk menjaga kekenyalan kulit. Bonus lainnya, sebuah riset baru-baru ini mengatakan bahwa komponen dalam minyak zaitun, hydroxytyrosol, bisa menurunkan kolesterol dan membantu mencegah obesitas dan diabetes dengan membakar energi di bagian tengah sel tubuh. Menggunakan minyak zaitun untuk menyiapkan makanan juga bisa membantu membuat perut kenyang lebih lama, mencegah Anda dari mengemil berlebihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s